1. PECINAN
Mungkin nama Pecinan kurang populer, kamu juga pasti lebih sering mendengar nama Glodok. Sejak dulu kawasan Glodok memang banyak ditinggali oleh orang-orang Cina. Bahkan setelah pemberontakan kaum Tionghoa sekitar tahun 1740, Glodok mulai menjadi pusat perkampungan orang Cina dan berubah menjadi Pecinan, dan pusat perdagangan. Hingga kini pun Glodok terkenal sebagai pusat perdagangan.
2. CILIWUNG
Kota Jakarta diperkirakan mulai terbentuk sekitar 3500 SM dan ditandai dengan dibangunnya pemukiman disepanjang aliran Sungai Ciliwung. Lama-kelamaan berbagai kampungpun bermunculan. KAmpung Bandan, Kampung Pecinan, Kampung luar Batang, Kampung Pekojan, Kampung Angke, Kampung Kebon Jeruk adalah beberapa Kampung Tua yang masih bertahan hingga saat ini. Antara tahun 1704-1761, dibangun rumah mewah di tikungan Ciliwung oleh Gubernur Jendral Jacob Mossel.
3. PASAR SENEN
Sekitar tahun 1730-an, Justinus Cornelius Vincke mendirikan dua pasar, Pasar Tanah dan Pasar Senen yang berada di sekitar Istana Weltevreden (sekarang RSAD). Dinamakan Pasar Senen karena pasar hanya dibuka pada hari senin. Terkadang Pasar Senen ditulis dengan nama Vincke Passer dalam beberapa catatan sejarah. Vincke pun membangun sebuah jalan yang menghubungkan Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang. Jalan ini kemudian dikenal dengan nama Jalan Prapatan.
4. SUNDA KELAPA
Pelabuhan Sunda Kelapa adalah salah satu pintu gerbang Jakarta. Sejak awal, Sunda Kelapa telah terkenal sebagai pusat perdagangan. Bila kini Sunda Kelapa disibukkan dengan bongkar muat kayu Kalimantan, maka dulu rempah-rempah menguasai pelabuhan. Berbagai bangsa seperti Cina, Jepang, India Selatan, Arab, Portugis, dan Belanda berdatangan ke Sunda Kelapa untuk mendapatkan rempah-rempah.
5. PASAR BARU
Sejak dulu Pasar Baru sudah terkenal sebagai kawasan perdagangan, bahkan daerah ini merupakan pusat perbelanjaan tertua di Jakarta yang masih bertahan. Tidak sedikit orang Cina yang menetap di kawasan yang terbilang "elite" ini dikarenakan mereka tidak betah hidup di daerah Pecinan Glodok. Pasar Baru terbilang "elite" karena berada tak jauh dari kawasan Rijswijk (jalan Veteran) yang sengaja di bangun untuk orang-orang kaya di kawasan Batavia oleh Kompeni Belanda.
6. Gedung Komedi
Gedung Kesenian Jakarta, demikian kini gedung ini dikenal. Gedung Komedi dibangun sekitar tahun 1821. Disebut Gedung Komedi karena pertunjukan yang paling sering komedi selain wayang, sirkus, dan drama. Dulu aktris dan penyanyi wanita asal Perancis sering didatangkan untuk menghibur warga Batavia. Gedung ini pernah pula digunakan sebagai markas tentara pada masa pendudukan Jepang tang mengganti namanya menjadi Kiritsu Gekitziyoo.
7. BEOS
Stasiun Beos telah dibangun sejak tahun 1929 dengan nama asli BOS. Dulu, stasiun Beos merupakan pusat perjalanan Kereta Api. Stasiun ini merupakan salah satu saksi perjalanan perkembangan Jakarta. Hingga kini, stasiun tua ini masih berfungsi seperti dulu. Hanya mengalami pergantian nama menjadi Stasiun Jakarta Kota.
8. PASAR IKAN
Pasar Ikan ini merupakan pasar ikan tertua di Nusantara. biasanya para nelayan di sekitar Batavia akan memasarkan hasil tangkapannya di Pasar Ikan ini. Ternyata tidak hanya hasil laut saja yang diperjual-belikan, tetapi juga kerajinan tangan dan perlengkapan para nelayan atau kapal-kapal.
9. HARMONI
Harmoni sebenarnya diambil dari nama gedung 'Club Harmoni' yang merupakan tempat pertemuan para Elite Colonial. Sejak dulu kawasan ini terkenal sebagai kawasan banjir meskipun termasuk kawasan "elite" di jamannya. Selain gedung Club Harmonie, di sekitar kawasan ini terdapat toko pakaian yang menyediakan berbagai model pakaian baru dari Perancis.